Kelinci

Perkembangan Anak Kelinci

Hari ke-1: Melahirkan. Catat tanggal lahirnya (DOB: Date Of Birth) . Biasanya setelah melahirkan, indukannya akan membersihkan anakannya dan makan ari-arinya. Kalo sela-sela alas kandangnya lebar, ada kemungkinan ari-arinya jatuh ke bawah kandang. Cepet-cepet deh dibuang, kalo enggak ada kemungkinan kandangnya jadi inceran semut merah dan tikus. Setelah si indukan selesai ngebersihin badan dan istirahat, cari di luar kotak melahirkan, barangkali ada anaknya yang enggak lahir di kotaknya, kalau ada masukkan ke dalam kotak. Hitung jumlah anaknya dan cek ada yang mati apa enggak. Buang yg mati atau yang “TIDAK KOMPLIT” (biasanya ada beberapa indukan baik yg sudah pernah melahirkan ataupun newbie yang melahirkan anak yang cacat). Bentuk bayi kelinci yang baru lahir adalah tidak berbulu dan kelopak mata tertutup dan warna kulit merah.

idiom : Induknya gak mau lagi deket anaknya kalau bayinya dipegang? Itu gak bener selama emang itu induknya tiap hari kita yang kasih makan. Pengalaman saya Biasa dipegang tangan tanpa penghalang gak pernah ada masalah koq. Kalo emang masih ragu, sebelum pegang anaknya, elus-elus dulu badan induknya.

Hari ke-2 dan 3 : Hari-hari pertama. Cek bayi tiap hari, kalau perlu pagi dan malam. Beruntung kalau bisa melihat si induknya menyusui, karena induknya cuma menyusui paling banyak 2 kali sehari. Kalau bayinya gendut atau bulat perutnya dan badannya bersih, berarti si induknya menyusui dan membersihkan/menjilati anaknya.

problem : kalau pada hari ke-3  anak kelincinya gak gendut perutnya dan kotor kulitnya, berarti enggak disusuin. biasanya karena si induknya stress atau gak punya susu atau newbie

solusi :

– kalau punya kelinci lain yang punya bayi atau habis melahirkan dalam rentang waktu 2 hari, pindahin bayi kelinci yang gak disusui ke sarang kelinci lain yang sedang menyusui. jangan khawatir gak akan diterima, sometimes animal is more human than human themselves. jangan percaya tips untuk mengolesi anak kelinci dengan bau-bauan seperti minyak kayu putih, karena bakalan semua anakan yang ada tidak akan disusui oleh induk titipan. (pengalaman semua anakan mati karena tips menyesatkan tersebut).

– kalau si induknya newbie atau kebanyakan anak atau gak ada indukan lain buat dititipin, paksa si indukan untuk menyusui, bisa dengan cara ditelentangin dan anaknya ditaruh di atas perutnya, atau pegang punggung dekat leher dan dekat pantat dan angkat sedikit, terus taruh di atas anak-anaknya. (harus 2 orang dan harus kuat pegangnya). Elus2 kepala kelinci agar siinduk menjadi tenang sehingga proses menyusui mudah, ketika siinduk sdh tenang masukkan bayi kelinci dibawah perut induk sampai kenyang, dan ganti bayi2 yg lain satu persatu agar kebagian susu.

Hari ke-3 s/d hari ke-9 : Bulu halus mulai tumbuh dan warna sudah bisa ditebak. Kalau ada anak kelinci yang keluar sarang, pungut dan masukkan lagi ke dalam sarangnya. Kasih makan pelet dan rumput induknya sebanyak mungkin.

Hari ke 10 s/d Hari ke-14 (MINGGU KE-2) : Pada hari ke-10 bersihkan sarang dari kotoran yang ada, ambil anaknya dan taruh ke tempat atau nampan lain setelah bersih masukkan anak2nya kembali. . mulai hari ke-10 s/d hari ke-14 si bayi kelinci akan mulai membuka mata, dan rumput atau bulu kotor dapat menyebabkan infeksi pada mata bayi kelinci.

problem : sampai hari ke-14 anak kelinci belum buka mata juga

solusi : pegang anak kelinci pakai tangan kiri, basahi mata anak kelinci dengan cotton-bud yang dibasahi air hangat pakai tangan kanan, terus tarik kelopak atas dan bawah mata kelinci pelan-pelan dengan jempol dan telunjuk.

Minggu ke-3 : Karena sudah bisa melihat, biasanya si anak banyak gerak dan sering keluar sarang. Biasanya anak kelinci sudah bisa kejar-kejaran dengan induknya buat minta disusui. Yang baru bisa berjalan, biasanya coba loncat-loncat dan berdiri dengan 2 kaki belakang. Kalau semua anaknya sudah keluar sarang, lebih baik sarangnya dikeluarkan dari dalam kandang. Kalau hanya 1 atau 2 anak yang keluar, lebih baik anak yang keluar dimasukkan lagi ke dalam sarang, karena dapat mengakibatkan hanya anak yang di luar sarang atau yang di dalam sarang yang dapat susu. kalau sarang dikeluarkan, taruh keramik yang dibalik atau kardus di pojok kandang dan umbar rumput di atas keramik/kardus tersebut supaya si anakan ada tempat tidur dan belajar makan rumput.

Si anak mulai ikutan makan pelet dan rumput induknya, karena itu campur pelet dengan Oaker atau Oatmeal tanpa rasa/plain (bungkus warna biru) sebanyak 2 sendok makan untuk menambah kekuatan cerna si anaknya ketika masa sapih tiba. bakat bulu anakan mulai terlihat, apakah itu rex, angora atau fuzzy, atau bulu pendek. Kalau bayi lop, kuping/telinga mulai miring atau turun ke samping.

catatan : Karena mulai makan pelet, sering-sering cek dan bersihkan pantat anakan kalau ada feces yang nempel, karena dapat menyebabkan infeksi.

Minggu ke-4 dan ke-5 : Keluarkan sarang kalau masih ada. Pelet campur oatmeal dan rumput mulai jadi kegemaran utama anakan, walaupun tetap menyusui. Jenis kelamin mulai bisa dilihat. Sering periksa pantat anakan takut ada feces yang nyangkut atau ada yang mencret.

Minggu ke-6 s/d ke-8 : Minggu ke-6 Stop kasih oatmeal ke dalam pelet dan pelet mulai dijatah untuk mencegah obesitas sementara rumput harus terus ada.kalau memang mau sapih, lebih baik sapih dengan perlahan. Pindahkan induk ke kandang lain di siang hari dan gabungkan lagi dengan anaknya di sore hari. Lakukan selama seminggu.

Minggu ke-7 Pindahkan indukan ke kandang tersendiri. Anak tetap di kandang melahirkan.

Minggu ke-8 Pindahkan anakan sepasang demi sepasang ke kandang tersendiri dimulai dari yang badannya paling besar.

Minggu ke-9 : Pindahkan masing-masing anak ke dalam kandang tersendiri.

Minggu ke-10 : Siap adopsi. / sudah boleh dijual

Sumber: http://pondokkelincisembawa.blogspot.com/2013/07/tips-pemantauan-pada-perkembangan-bayi.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *